Fangirling….

image

Fangirl…
Adalah sebutan buat para yeoja yang hidup diantara dua dunia. Dunia nyata dan dunia fangirling.
Well, Na adalah salah satunya. Dan Na adalah seorang fangirl dari boyband besutan Cube named BEAST. Terus bagaimana seorang fangirl itu? Apa kegiatan mereka( ough-na) bisa dikatakan normal? Atau peculiar?

Well, pertama Na cerita dulu, apa sih yang membuat Na menjadi seorang fangirl dan mulai terlibat dalam kasus fangirling. Saat itu hallyu wave melanda hampir seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Di beranda facebook teman-teman FB banyak yang posting mengenai idol mereka. Jujur awalnya Na jengah. Apa yang bagus dari namja-namja itu hingga dikagumi banyak orang. Well, the answer is

image

Yups! Karena hal-hal itulah. Dan bagi orang yang tidak mempunyai kekebalan buat melawan mainstream macam ini, terserang obsessive k-pop disorder adalah hal yang mudah.

Hfft, disorder! Apalagi namanya kalau bukan itu. Apalagi jika fangirl tersebut dalam fase tak tertolong. Dan memang sih cukup sadis untuk mengatakan hati begitu riang gembira saat melihat oh-so-damn goodlooking and talented boys itu disorder? Tapi memang sudah terlabeli seperti itu.( I wrote disorder instead of crazy over).

Dan faktanya oh-so-damn goodlooking and talented boys are made in Korea. Thousand miles away from here. Dan jalan terefektif untuk lebih mengenal tentang idol mereka adalah berfangirl ria. Kepo!
Lihat berita terbaru bias. Retweet atau bales smua kicauan bias di twitter. Atau juga checking instagram. Download gambar-gambar mereka. Surfing internet. Membaca fakta-fakta bias yang herannya kecepatan hafal dan tersimpan baik melebihi kecepatan bintang jatuh. Mengikuti tiap gerak idol via streaming youtube. Download video-video mereka. Dan meski gak ada english subtitle nya, para fangirl terlihat sangat serius didepan laptop mereka. Yang jelas, seorang fangirl tidak bisa menolak.daya sihir tatapan mereka.(Isabella Swan mode:ON).

image

Fangirling identik dengan yang namanya bias. Bias adalah yang paling disukai diantara yang lainnya. Most loved among all other Kpop artist. One person that makes u smile for no reason.

Biasanya bias itu mereka yang menurut fangirl memiliki kategori paling. Paling cakep, paling bagus suaranya, paling jago ngedance, paling pintar atau juga paling muda aka maknae. Well, dan menurut survey, disetiap boyband yang memiliki penggemar paling banyak adalah maknae mereka.

Adalah Cho Kyuhyun. Namja yang membuat hati trenyuh saat mendengar suaranya. Dia bias na yang paling lumayan lama. Sebenarnya kalau boleh jujur ya, fisicly, namja itu bukan kategori so seductive. Apalagi dia sama sekali gak punya good complexion.( Apaan sih Vel, masa yew hina Cho Kyuhyun melulu!) Terlepas dari suaranya yang bagus, menurut Na dia biasa saja. Biasa saja yang sempatĀ  membuat Na madly in love.

Well, dan sekarang Na sama sekali gak punya gambar Mr. Cho. Lho koq bisa? Panjang ceritanya saudara-saudara. Langsung saja ke inti tulisan ngalor ngidul ini.

Fangirl’s Problems
Yuhuu, fangirl juga punya masalah dalam dunianya. Masalahnya sangat amat terlalu banyak.( Hiperbola kamu , Vel!). Dan yang paling besar adalah masalah yang datang dari dunia nyata. Sosial selalu menganggap fangirl itu freak. Mereka di bully, dikata-katain, dianggap bego,(emang situ pinter?????),dan oh sudahlah itu ngeselin banget. Apalagi jika dikatakan Boyband Korea Selatan itu GAY! Tahu apa mereka huh??!!(emosi!:'()

image

Fangirl yang sehat pasti gak suka lah ya kalo idolnya dikata-katain dan dibash gak normal. Yang absurd itu tentu saja para fangirl yang ngeship idol mereka dengan sesama member boyband.

Masa pikiran mereka melegalkan jenis perhomoan(istilah apa tuh Vel!). Kemudian mulai dikenal istilah yaoi dan yuri.

Benarkah para boyband-boyband itu gay? Well, beberapa bisa jadi. Tapi they’re just human being. Manusia biasa adalah tempatnya salah. Kita gak bisa nuntut kesempurnaan.

And another problem is

Terlalu mengkhayal. Bias adalah sepenuhnya miliknya. Gak mau bagi-bagi. Fangirl biasanya jealous untuk hal yang gak penting.
Dan rules ‘ If I was..‘ merajalela.dipikiran mereka.

image

“Coba aku jadi anjing itu!”
“Coba aku jadi manequine itu!”
“Coba aku jadi blah blah blah..”

Ya namanya juga jatuh cinta. Musuh akal sehat.

Problem lain dari seorang fangirl adalah kesan menjadikan fandom itu agama. Gak boleh pindah-pindah. Fangirl juga manusia, dia bisa bosan. Pindah fandom sepertinya adalah hal yang wajar. Apalagi untuk seorang fangirl yang masih mikir ‘wah ada yang lebih cakep etc’ . Dan fangirl lain dalan satu fandom ngrasa terkhianati.

Yang paling pathetic dari seorang fangirl adalah forever alone.
Mereka gak suka namja yang estede. Maunya kayak bias mereka. Mereka cuma tertarik sama namja yang setidaknya mirip satu atau dua sifat dari biasnya. Yang paling pasti seorang fangirl lebih melihat fisik daripada hal yang lain saat menilai namja. Dan disudut hati fangirl yang entah mana, rasis itu ada.

image

Dan kalaupun ada FG yang punya namja chingu, mereka pasti kadang mengabaikan NCnya karena lebih mentingin bias. Padahal logikanya, bias sama sekali gak ngenal tuh fangirl. Pathetic! ( Na!)

Jika sudah membumi dengan Korea, para FG mengenal dunia yadong. Ya saudara-saudara, YADONG. Manusia normal mana yang gak suka dengan yadong. Yadong itu kebutuhan!( ah u berlebihan Vel!). Haha, setidaknya itulah yang ada dipikiran pervert fangirl. Dimanapun berada cerita fanfiction dengan rate mature bertebaran secara tak terkendali. Banyak author yang masih smp dah pandai mengkhayal dan bikin cerita yadong. Bahkan ada diantara merela yang sanggup mendeskripsikan hal ‘itu‘ dengan detail, runtun dan menarik. Belajar dan tahu dari mana mereka tentang hal yang sebenarnya belum perlu.??!(ya internetlah paboya!!!))

K-Pop idol biasanya memperlihatkan Chocolate ABS mereka yang ough-so-seductive sebagai bagian dari fanservice. Membuat fans senang adalah tujuan mereka yang undirectly idol tahu benar kalau ribuan FG yang menggilai mereka punya pikiran pervert.

Emang u gak pervert Vel?!!!

Yang positif dari seorang fangirl adalah hati mereka yang murni dan tulus. Mereka mau bekerja keras demi mencapai apa yang mereka cita-citakan. Mereka paham benar dengan yang namanya usaha dan pengorbanan. Karena bagi fangirl kerja keras adalah nama lain dari keajaiban. Mereka meniru idol mereka yang tidak berputus asa saat training yang begitu lama. Mereka tahu tidak ada yang instan.

So, apa menjadi fangirl itu salah?

Ya, jika kehidupan hanya didepan laptop saja untuk berfangirling bukan belajar atau hal-hal lain yang menambah pengetahuan.

Ya, jika menghabiskan uang hanya untuk kesenangan yang sementara. Karena fangirl itu tidak ada yang selamanya.

Ya, jika melupakan orang-orang yang menyayangi kita dan menjadikan idol seolah-olah lebih penting dari segalanya.
Kasus pembunuhan di China November tahun lalu contohnya.

Dan sebenarnya TIDAK, kalau fangirl lebih pandai membagi waktu, pikiran juga uang atas kesenangan… Berfangirllah! Sekali dalam hidup kita. Nikmati masa-masa ini, berfangirllah dengan bijak.

Dan bersyukurlah kepada Dia Kau-Tahu-Siapa yang menciptakan mereka. Menciptakan orang-orang yang memberi inspirasi kepada kita.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s